Home / Sejarah

Jumat, 30 Oktober 2020 - 22:35 WIB

29 Oktober 1945, Indonesia dan Inggris Sepakat Gencatan Senjata

Oleh: Dimas Wahyu Indrajaya, (29/10/2020)

PajajaranPost.com – Pada 28 Oktober 1945, pecah sebuah pertempuran antara tentara sekutu Inggris melawan Rakyat Surabaya. Pertempuran dimulai pada pukul 5 sore itu berlangsung serentak di seluruh penjuru Kota Surabaya. Kekuatan tentara Inggris di bawah komando Aubertin Walter Sothern Mallaby, lantas terpecah-pecah karena tidak mampu menahan gempuran rakyat di Surabaya. Sekutu pun kelimpungan karena pemimpin di Surabaya tidak mampu menahan amarah arek-arek Surabaya. Mereka akhirnya meminta Presiden RI, Sukarno, untuk menenangkan keadaan.

Pada sore hari tanggal 29 Oktober 1945, Sukarno menggelar perundingan gencatan senjata dengan tentara Inggris yang dipimpin A.W.S Mallaby.

Saat itu, hasil perundingan antara kubu Indonesia dan pihak Inggris melahirkan sejumlah pokok. Berikut isi dari hasil perundingan tersebut: “Pada tanggal 29 Oktober 1945 berhubung dengan adanya pertempuran antara rakyat Surabaya dengan tentara pendudukan Inggris di Surabaya, Presiden kita PYM (Paduka Yang Mulia) Ir. Sukarno, PYM Drs. Moh. Hatta, dan PT Mr. Amir Sjarifuddin Menteri Penerangan, telah tiba di kota Surabaya untuk menenteramkan keadaan. Dalam hujan peluru beliau mengadakan perundingan dengan panglima tentara pendudukan di Surabaya. Dan hasil permusyawaratan ialah sebagai berikut:

Baca juga  Sejarah Singkat Nama Dago yang Tersohor

1. Perjanjian diadakan antara Panglima Tentara Pendudukan Surabaya dengan PYM Ir. Sukarno, Presiden RI untuk mempertahankan ketenteraman Kota Surabaya

2. Untuk menenteramkan, diadakan perdamaian: ialah tembakan-tembakan dari kedua pihak harus diberhentikan

3. Keselamatan segala orang (termasuk orang-orang interniran) akan dijamin oleh kedua belah pihak

4. Syarat-syarat yang termasuk dalam surat selebaran yang disebarkan oleh sebuah pesawat terbang tempo hari tanggal 27 Oktober akan diperundingkan antara PYM Ir. Sukarno dengan Panglima Tertinggi Tentara Pendudukan seluruh Jawa pada tanggal 30 Oktober besok

Baca juga  Habibie Kecil

5. Pada malam itu segala orang akan merdeka bergerak, baik orang-orang Indonesia maupun Inggris

6. Segala pasukan akan masuk ke dalam tangsinya, dan orang yang luka-luka dibawa ke rumah sakit, dan dijamin oleh kedua belah pihak

Malamnya, 6 pokok persetujuan disiarkan oleh Presiden Sukarno dan Brigjen A.W.S. Mallaby lewat Radio Pemberontakan di Jalan Mawar no. 2 Surabaya.

Hanya saja kesepakatan ini dilanggar dan dalam suatu pertempuran Jenderal Mallaby terbunuh dan memicu peperangan yang lebih besar lagi di Surabaya.

Referensi: De Maasbode | Depdikbud, “Sejarah Daerah Jawa Timur”

Share :

Baca Juga

Sejarah

Kisah Ragi Roti Yang Berbahan Urine di Kamp Interniran Jepang

Sejarah

Daftar Wali Kota Bandung dari Masa ke Masa

Sejarah

Soekarno, Marilyn Monroe & John Florea: Kisah Seorang Presiden, Bintang Film dan Pewarta Foto

Sejarah

Habibie Kecil

Sejarah

KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) di Jakarta

Sejarah

Sumur Bandung: Tancapan Nyere dan Nyi Mas Dewi Kencring Manik

Sejarah

Badak Putih, Sang Penunggu Balai Kota Bandung

Sejarah

Kampung Adat Cireundeu yang Terus Dilupakan