Home / Artikel / Lingkungan

Selasa, 1 Juni 2021 - 21:58 WIB

Eceng Gondok, Gulma Penyerap Polutan Berat

PajajaranPost.com – Eceng gondok atau nama lain dari (Eichhornia crassipes) adalah tanaman mengapung yang mempunyai kecepatan tumbuh yang tinggi. Tidak heran jika tanaman ini sering juga disebut tanaman pengganggu yang dapat merusak lingkungan perairan.

Eceng mudah sekali ditemukan terutama disepanjang Sungai Citarum. Bahkan, tanaman ini pun bisa tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah atau rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai.

Tapi tidak banyak yang tahu bahwa eceng gondok merupakan tanaman yang bisa menyerap polutan berat. Menurut Widyanto dan Susilo (1977), peneliti Indonesia, eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan nikel (Ni), masing- masing sebesar 1,35 mg/g, 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur.

Baca juga  EMIL HARUS PERJELAS PERUNTUKAN DANA PINJAMAN KE DPRD

Eceng gondok juga bisa menyerap Cd 1,23 mg/g, Hg 1,88 mg/g dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila logam-logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain. Bahkan Lubis dan Sofyan (1986) menyimpulkan, logam chrom (Cr) dapat diserap oleh eceng gondok secara maksimal pada pH 7.

Baca juga  Tinjau Petani Picung, Sari Sundari: Ini Tanaman Dengan Nilai Ekonomi Tinggi

Dalam penelitiannya, logam Cr semula berkadar 15 ppm turun hingga 51,85 persen. Selain dapat menyerap logam berat, eceng gondok juga mampu menyerap residu pestisida.

Mungkin pengetahuan ini sudah dibaca oleh para pengusaha pabrik tekstil yang hobi buang limbah ke sungai. Jadi mereka seenaknya saja bisa membuang limbah ke sungai. Siapa yang tahu?

(Abiyasa Asmaradiredja)

Editor: Wibisena

Share :

Baca Juga

Lingkungan

Satgas Citarum Harum Sektor 12 Sosialisasikan Penanganan Kerusakan DAS Citarum
Asep Abdul Purman, pegiat lingkungan asal Desa Selacau yang suka bereksperimen dengan tumbuhan

Lingkungan

Asep Sang Petani Medsos: Tanam Iseng jadi Hobi

Lingkungan

Pemprov tak Dapat Kendalikan Kualitas Bibit Tanaman

Lingkungan

Program Sanimas di 13 Desa Sudah Beroperasi

Lingkungan

Sang Master Lemon: Dulu Disangka Gila, Sekarang Tengah Berjaya

Lingkungan

Komisi II Dukung Peda Minum Kopi Lokal

Lingkungan

Kabid Hortikultura Jawab Keluhan Petani Hidroponik

Artikel

DLH KBB Kelimpungan, Siapa yang Salah?