Home / Lingkungan

Sabtu, 8 Mei 2021 - 22:30 WIB

Gunawan Kartiwa Sang Pengagas Sistem Tanam Bongkar Pasang

Cihideung, Bandung Barat, PajajaranPost.com – Sudah satu tahun Gunawan Kartiwa menawarkan konsep penataan taman yang sifatnya bongkar pasang atau knock down. Sistem tanam yang ditawarkan adalah ditanam didalam pot supaya mudah ditata ulang jika orang sudah merasa bosan.

Menurut Iwa, sapaan akrabnya, orang bisa menikmati sesuatu yang baru itu dalam waktu tiga bulan. Maka setelah tiga bulan, rasanya sudah biasa lagi, terus dia.

Gunawan Kartiwa, mantan Anggota DPRD KBB

Sistem tanaman knock down ini, kata Iwa, dari sisi harga relatif lebih murah. Karena kalau tanaman permanen itu ada pekerjaan awal yang cukup mahal seperti penggalian tanah, pembuatan kontur, hingga pembelian bahan-bahan.

“Tapi dengan pola knock down, lahan bisa seadanya atau cukup diratakan saja,” ungkap Iwa. “Jadi kalau dihitung-hitung lebih mahal dengan sistem tanam permanen.”

Dia melanjutkan, bahwa tanaman itu 50% adalah bentuk dan 50% lagi adalah jenis. “Jadi tanaman bagus itu akan dipengaruhi dengan penataan yang bagus pula,” imbuh dia di rumahnya RT 01 RW 11 Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong.

Baca juga  Entaskan Buta Huruf Alquran, Kota Bandung Dukung Jabar Mengaji

“Contohnya, ditempat saya itu tidak ada tanaman mahal. Namun dengan konsep ini dapat memberikan contoh bahwa hobi bertanam itu harus mengerti teknik penataannya.”

Iwa juga memiliki perusahaan dagang yaitu CV. Alam Sejahtera yang menyediakan beberapa fasilitas gratis atau non profit.

“Jadi kalau ada yang membutuhkan pelatihan budidaya tanaman hias dan dekorasinya, boleh konsul secara gratis. Syaratnya harus ada 10 orang lebih supaya efektif,” jelas dia.

Membicarakan tanaman hias, lanjutnya, dia memaparkan beberapa turunan seperti dekorasi, budidaya, trainer, dagang, dan kawasan.

“Kalau berbicara Cihideung dulu sohor jadi sentra budidaya tanaman hias khususnya bunga mawar. Tapi sekarang Cihideung sudah bergeser menjadi sentra dagang tanaman hias dan wisata bunga,” katanya.

Baca juga  Produk “Tahu Bulat” ala Emil

Bahkan, Iwa meneruskan, 50% tanaman hias yang ada di Cihideung sudah didatangkan dari berbagai daerah seperti Cilacap, Serpong, Kediri, serta Bogor. Berarti kebutuhan tanaman hias untuk daerah Cihideung akan terus meningkat karena sudah bergeser menjadi industri.

“Makanya wilayah lain di Bandung Barat, harus memikirkan memproduksi bunga untuk Cihideung. Karena kalau ngomongin Pemerintah Kabupaten, seperti masing-masing punya lakon. Harusnya pemerintah jeli melihat potensi untuk menyeimbangkan daya beli. Kenapa tidak dipelajari karaketer bisnis Cihideung atau Bandung Utara?” tandas Iwa.

Pertanyaannya adalah, masih kata dia, apakah wilayah Selatan Bandung Barat bisa memproduksi tanaman hias? “Nah baru sekarang berbicara tugas pemerintah kabupaten,” tutupnya.

(Rimba)

Editor: Deni Asmara

Share :

Baca Juga

Lingkungan

Emil Tak Serius Bangun Sektor Perikanan di Jabar

Komunitas

Kegiatan Ngarampa Lintas Komunitas KBB

Lingkungan

Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita: Edun!

Lingkungan

Pakar Lingkungan: Langkah Pemkot Bandung Kelola Sampah Sudah Tepat

Lingkungan

Camat Batujajar: Ingin Batujajar Nyongcolang

Lingkungan

Tinjau Petani Picung, Sari Sundari: Ini Tanaman Dengan Nilai Ekonomi Tinggi

Lingkungan

Kabid Hortikultura Jawab Keluhan Petani Hidroponik

Lingkungan

HUT PTI yang Pertama, Ditekankan Merubah Paradigma Petani