Home / Lingkungan

Senin, 31 Mei 2021 - 13:27 WIB

HUT PTI yang Pertama, Ditekankan Merubah Paradigma Petani

Cihampelas, Bandung Barat, PajajaranPost.com – Komunitas Peduli Tani Indonesia (PTI) merayakan hari jadinya yang pertama sekaligus acara silaturahmi para pegiat tani serta diskusi yang diadakan di Sekretariat PTI Jalan Cihampelas Km 5.5 Golewang RT 004 RW 011 Desa Tanjungjaya Kecamatan Cihampelas, Bandung Barat, 31 Mei 2021.

Acara dengan tema, “Melalui PTI mari kita selamatkan generasi penerus petani untuk mengembalikan kejayaan pertanian Indonesia” tersebut, dihadiri oleh Sekcam Cihampelas, LSM Trapawarna Jabar, perwakilan Dinas Pertanian KBB, UMKM KBB, BP3K Cihampelas, sahabat tani PTI, Lembaga Jaminan Kerja IPI, juru sembelih halal (Juleha), dll.

Tedi Hermawan, Wakil Ketua PTI dalam sambutannya mengatakan, bahwa selama satu tahun PTI bersama rekan-rekan telah memberikan motivasi agar pelaku tani Jawa Barat bisa bangkit. Pihaknya pun berusaha memberikan edukasi untuk para petani agar bisa menciptakan lapangan kerja yang kian sempit.

“Tujuan kita selanjutnya adalah mendapatkan solusi dari silaturahmi agar menjadi seorang petani yang berhasil. Saya mengharapkan adanya inovasi karena harus mengikuti perkembangan jaman,” ucapnya.

Kata dia, permasalahan yang terjadi di masyarakat adalah merubah paradigma anak muda untuk mau dan memulai untuk bertani. Karena kebanyakan petani saat ini didominasi oleh orang tua.

Baca juga  Insentif untuk Petani Mangrove, Anwar Yasin: Anggarannya Ada atau Tidak?

“Jadi mudah-mudahan bisa merubah paradigma masyarakat bahwa untuk menghasilkan uang, tidak harus keluar wilayah masing-masing. Contohnya memelihara ayam kampung dibelakang rumah bisa meningkatkan ekonomi,”

Ir. Edi Sopian, Perwakilan Dinas Pertanian Bandung Barat menuturkan, dengan adanya PTI yang sudah terlihat perkembangannya, pihaknya sebagai dinas terkait merasa terbantu. Keberadaan Dinas lanjut Edi, hanya lah sebagai motivator.

“Pada saat ini petani muda sudah sangat jarang,” ujarnya. “Yang ada adalah petani yang sudah tua.”

Dia mengibaratkan, walaupun peralatan negara canggih tapi pertaniannya lemah, maka negara bisa ambruk. “Mudah-mudah dengan adanya PTI ini, kejayaan Indonesia sebagai lumbung pangan bisa terulang kembali. Tidak hanya tergantung pada negara lain,” tegas dia.

Dia juga berharap, Bandung Barat bisa harum namanya karena dengan hasil pangannya. “Dari Bandung Barat sekarang sudah punya petani lemon yang hasilnya sudah bisa mengisi pasar se- Indonesia,” tuturnya.

David Riksabuana, Ketua LSM Trapawarna Jawa Barat merasa bangga karena baru saat ini pihaknya diundang oleh kelompok peduli tani. Dia berharap, PTI ini pun akan menjadi besar di Bandung Barat.

Baca juga  Anggaran Terbatas, Ema Ajak Warga Pelihara Fasilitas Publik

“Kita akan mencontohkan bagaimana cara bertani yang baik. Tapi, bagai mana hasil tani ini bisa bermaslahat untuk masyarakat banyak,” ucapnya.

“Dalam revolusi industri kita dipaksa untuk menggunakan pupuk kimia sehingga unsur hara tanah kita sudah turun dan menyebabkan pula turunya hasil pertanian. Nanti akan dipaparkan bagaimana bertani organik. Mungkin hasilnya tidak terlalu banyak, tapi harganya akan menjadi sangat tinggi,” jelas pria berambut gondrong ini.

Sedangkan Sekcam Cihampelas, Asep Badrul Muin mengatakan, semoga pada HUT PTI yang ke-1 ini, bisa semakin inovatif, inspiratif dan maju. Dalam PTI ini pula dia memperhatikan, bahwa perkembangan PTI dari waktu ke waktu menunjukan kemajuan yang signifikan.

“Dulu ketika saya menjadi LSM Lingkungan, saya juga pernah diberi amanah oleh Menteri Pertanian untuk melakukan pendampingan dan praktik lapangan membuat pupuk dan insektisida,” ujarnya.

Ternyata, lanjut dia, setelah adanya PTI, dia menjadi semangat lagi untuk bertani kembali. “Mudah-mudahan dengan lahirnya PTI, petani bisa meningkat taraf hidupnya. Saya tekankan bahwa PTI bukan kaleng-kaleng karena anggotanya sudah mencapai 250 orang lebih,” pungkasnya.

(Asmr)

Editor: Gendis Putri

Share :

Baca Juga

Lingkungan

Meski Harga Fluktuatif, Erob tetap Bertahan Jadi Tengkulak Pisang

Lingkungan

Toni Permana: Pemerintah Belum Punya Solusi Penanganan Sampah yang Benar

Lingkungan

Panen Perdana Jagung Hibrida Kelompok Rumah Tani Cianjur

Lingkungan

Air Tak Kunjung Sampai, Ternyata ini Biang Keroknya?

Lingkungan

Industri Daur Ulang Sampah Botol Plastik

Lingkungan

Sang Master Lemon: Dulu Disangka Gila, Sekarang Tengah Berjaya

Lingkungan

Jajang Rohana: Lahan Hijau Harus Diproteksi

Lingkungan

Camat Batujajar: Ingin Batujajar Nyongcolang