Home / Artikel

Jumat, 4 Juni 2021 - 00:46 WIB

Iklan Televisi Buruk Bagi Manusia

German Shepherd dog sitting on chair watching television

German Shepherd dog sitting on chair watching television

PajajaranPost.com – Iklan televisi makin hari semakin jauh saja dari budaya bangsa. Para jasa pembuat iklan sepertinya berlomba-lomba ingin meng-Amerika-kan bangsa Indonesia. Sedikit sekali budaya bangsa yang ditampilkan dalam iklan-iklan tersebut.

Rata-rata para penggarap iklan ingin membuat seolah hasil karyanya itu dipuji oleh orang bule. Padahal dia tidak sadar kalau hampir 100% konsumen yang menyaksikan iklan buatannya itu adalah orang Indonesia yang kebanyakan adalah orang-orang dipelosok daerah.

Mereka mendoktrin bahwa mengesampingkan budaya bangsa adalah pekerjaan yang mulia. Andai saja anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) adalah budayawan, pasti iklan-iklan jelek seperti itu akan sedikit jumlahnya.

Baca juga  Agroenergy, Energi yang Dibutuhkan Petani

Jadi kuli kantoran lebih keren

Coba lihat saja, hampir seluruh iklan pasti menampilkan sosok seorang ayah dengan kemeja putih berdasi. Ini menandakan bahwa menjadi kuli kantor dengan gajih bulanan yang kadang-kadang tidak cukup untuk bayar cicilan, adalah hal paling keren, (menurut dia).

Mereka (pembuat iklan) tidak tahu atau kurang paham bahwa ada jutaan orang Indonesia yang sukses mejadi petani, nelayan, pedagang, perwira tinggi baik TNI atau Polri, yang penghasilannya berpuluh-puluh kali lipat dari pada kuli kantoran.

Bahkan mereka sangat menyudutkan profesi sebagai petani dan nelayan dengan menampilkan sosok yang memakai baju jelek lengkap dengan capingnya.

Baca juga  Kerap Merusak Ekosistem Laut, Edukasi Nelayan Harus Dimasifkan

Mencontohkan tarian modern

Banyak sekali iklan produk baik susu maupun jajanan anak yang menonjolkan bahwa anak berprestasi itu harus jago nge-dance. Para pemerannya pun diseleksi dan diaudisi agar tariannya mirip orang bule yang sudah dewasa. Ini gila!

Para kreator iklan tersebut sudah tidak waras menurut saya. Karena ada ribuan tarian Indonesia yang harus ditonjolkan disini. Mengingat mereka itu mencari uang di Indonesia dengan konsumen orang Indonesia asli.

(Deni Asmara)

Editor: Wibisena

Share :

Baca Juga

Artikel

Gagal Paham Menteri Agama

Artikel

Pasca Pandemi, Pemerintah Harus Segera Lakukan Tindakan Konkrit

Artikel

Kerap Merusak Ekosistem Laut, Edukasi Nelayan Harus Dimasifkan

Artikel

PERNYATAAN SIKAP GEMA KEADILAN

Artikel

Produk “Tahu Bulat” ala Emil

Artikel

Program Desa Wisata Bangkitkan Asa Warga

Artikel

Nyamuk Jantan Gak Suka Darah Lho!

Artikel

Sertifikasi Guru yang Dibuat Agar Sulit