Home / Sejarah

Kamis, 8 April 2021 - 13:02 WIB

Kampung Adat Cireundeu yang Terus Dilupakan

Cimahi, PajajaranPost.com – Kampung Cireundeu yang terletak di Kelurahan Leuwigajah Cimahi RW 10 RT 03 adalah kampung adat yang masih mempertahankan kearifan lokalnya. Kampung dengan luas sekitar 700 hektar itu, masyarakatnya masih mengolah singkong sebagai bahan utama makanannya.

Kang Ogi, warga Cireundeu yang merupakan garis keturunan asli disana menuturkan,

di Kampung Cireundeu masih berlaku sususunan kepengurusan yaitu seperti Sesepuh, Ais Pangampih dan Panitren.

Dijelaskan Ogi, walaupun kampung itu disebut sebagai kampung adat, namun dia tak tahu kapan persisnya dicetuskan. Sedangkan, kata dia, warga asli Kampung Cireunde tidak pernah mencetuskan atau memberi nama bahwa kampung ini adalah kampung adat.

Baca juga  Audiensi 9 Serikat Buruh ke DPD PKS KBB, Sabila Rosyad: Segera Pilih Opsi Legislatif Review

“Kampung ini menjadi nama kampung adat adalah muncul dari masyarakat sekitar yang sampai saat ini tidak ada yang bisa menjelaskan kapan dan tahun berapa dicetuskan. Hanya sebatas kebiasaan orang-orang sekitar atau yang pernah berkunjung kesini menyebutnya kampung adat,” tuturnya.

Ogi memaparkan, Kampung Cireundeu ini dihuni kurang lebih 90 KK yang diantaranya masih mempertahankan kebudayaan atau adat Sunda Kejawen. Dan, menurutnya, tidak semuanya warga mengikuti kebiasaan adat dahulu.

“Sekarang hanya tinggal beberapa RT di RW 10 saja. Tapi budaya mereka tetap dijaga oleh masyarakat setempat,” sebut Ogi.

Baca juga  29 Oktober 1945, Indonesia dan Inggris Sepakat Gencatan Senjata

“Di Cirendeu tidak ada rumah adat peninggalan dahulu, yang ada rumah adat baru semi modern. Tapi ada beberapa peninggalan yang masih utuh seperti lisung untuk menumbuk sampeu atau singkong. Itu budaya hidup dan ajaran peninggalan karuhun,” pungkasnya.

Adapun peninggalan yang baru ditemukan tiga tahun yang lalu adalah Batu Sada atau batu bunyi yang bila dipukul berbunyi nyaring dan mempunyai nada. Batu tersebut, menurut sejarah setempat, merupakan bak mandi sepuh atau alas pemandian. Dan peneliti percaya bahwa masih ada batu yang belum ditemukan disana.

(Acil/Aki Boy)

Editor: Wibisena

Share :

Baca Juga

Sejarah

Sejarah Singkat Nama Dago yang Tersohor

Sejarah

Ir. Soetami, Menteri Termiskin Sepanjang Sejarah Bangsa

Sejarah

29 Oktober 1945, Indonesia dan Inggris Sepakat Gencatan Senjata

Sejarah

Sumur Bandung: Tancapan Nyere dan Nyi Mas Dewi Kencring Manik

Sejarah

Badak Putih, Sang Penunggu Balai Kota Bandung

Sejarah

Sejarah Singkat Pendopo Kota Bandung

Sejarah

Habibie Kecil

Sejarah

Kisah Ragi Roti Yang Berbahan Urine di Kamp Interniran Jepang