Home / Urbaha

Jumat, 22 Januari 2021 - 19:42 WIB

Padahal Punya Wajit, Bandung Barat tak Punya Oleh-Oleh Khas

Cihampelas, Bandung Barat, PajajaranPost.com – Kabupaten/Kota di Jawa Barat mempunyai ciri khas masing-masing. Baik itu budaya, lentong basa, kuliner, kerajinan, hingga oleh-olehnya.

Contoh daerah Garut punya oleh-oleh dodol, Majalengka dengan kecapnya, Subang nanas, Purwakarta gerabah Plerednya, Sumedang dengan tahunya, Majalaya borondong, Cipacing senapan angin, dll. Nah kalau Kabupaten Bandung Barat?

Penjual oleh-oleh asal Cililin yang berada di Jl. Raya Sasakbubur, RT 04 RW 10, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, setuju, kalau Bandung Barat harus punya ikon oleh-oleh seperti daerah lain. Mereka rata-rata mengatakan jika wajit angleng, dodol kacang, dan gurilem harus jadi buah tangan khas Bandung Barat.

Nurjanah pemilik toko Shakira mengatakan, sampai saat ini belum ada pihak dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat khususnya Dinas Pariwisata atau UMKM yang meninjau kesana. Jangankan menjadikan wajit sebagai oleh-oleh KBB, perhatian UMKM pun baru kemarin saja ketika ada corona.

Baca juga  Setiap RT di Kota Bandung Akan Dapat Akses TV Bandung 132

“Kalau Pemerintah Desa Mekarmukti sering mengontrol kesini. Mereka menanyakan perkembangan usaha kami,” ujarnya.

Selain wajit, dodol kacang, dan gurilem, lanjut Nurjanah, Cililin juga punya oleh-oleh chocolajit yang banyak disukai anak muda.

“Dodol kacang hijau, merah, dan chocolajit yang ditempat lain tidak ada. Itu asli buatan Cililin. Pabriknya dari Saar. Anak-anak muda bawanya chocolajit buat hadiah,” ucap Nurjanah.

Teni Trisna Murni pemilik toko oleh-oleh Asharic juga mengyakan kalau wajit ini jadi oleh-oleh khas. Kata dia, supaya wajit lebih dikenal orang Jawa Barat.

Teni juga mengharapkan adanya perhatian Pemerintah Bandung Barat untuk menjadikan wajit sebagai oleh-oleh khas Bandung Barat. Alasannya adalah agar wajit bisa bersaing dengan dodol Garut.

Baca juga  Pernah Coba Nasi Kuning Semur Jengkol? Kesini Aja

Senada dengan pedagang, Kepala Desa Mekarmukti, Andriawan Burhanudin, S.H., mengatakan, bahwa pihaknya mendukung jika wajit hasil produksi masyarakat Cihampelas-Cililin itu, jadi ikon Bandung Barat. Dia mau, pengusaha wajit bisa lebih kreatif dalam mengembangkan produknya.

“Saya setuju wajit jadi oleh-oleh khas KBB. Karena ini adalah bagian dari produk lokal yang dibuat oleh masyarkat Cihampelas dan Cililin. Kalau bisa agar produk ini bisa mengembangkan lagi lebih luas pemasarannya,” tutur Andriawan diruangannya.

“Jadi tidak hanya dikenal di KBB saja, tapi juga di luar KBB. Menjadi ikon khusus KBB dan bisa sejajar dengan oleh-oleh khas dari Jawa Barat lainnya,” pungkasnya.

(Punakawan)

Editor: Gendis Putri

Share :

Baca Juga

Urbaha

Warung Kopi Balarea, Warung Kopi Pembangkit Kenangan

Urbaha

Speed Cafe Mini, Makan Enak Harga Standar

Urbaha

Wuih… Ada Caffe Greeneration di Batujajar Barat

Urbaha

Lesahan Doa Ibu yang Terimbas Corona
Warung lesehan Mang Olay di Waduk Cirata Purwakarta

Urbaha

Warung Olay yang Selalu Ramai
Warga sedang mengantri nasi kuning semur jengkol di Kedai Food Greeneration, samping Kantor Pos Batujajar

Urbaha

Pernah Coba Nasi Kuning Semur Jengkol? Kesini Aja

Urbaha

Sate Maranggi Joleno Mas Negro Gunung Cupu

Urbaha

Segentong Empal Gentong Salma