Home / Sejarah

Rabu, 23 September 2020 - 20:07 WIB

Sejarah Singkat Nama Dago yang Tersohor

Tak bisa disangkal Kota Bandung telah tersohor ke seluruh Indonesia. Tetapi daerah manakah yang paling dikenal di Kota Bandung?

Hampir dipastikan adalah Dago. Ya, mungkin sebagian besar wisatawan yang datang ke Kota Bandung ingin menyambangi kawasan Dago. Selain karena keasriannya, kawasan tersebut juga terkenal dengan wisata belanja dan kulinernya.

Kawasan Dago terutama di Jalan Ir. H. Juanda selalu semarak. Terlebih saat digelar car free day di hari Minggu.

Tetapi tahukan anda asal usul nama Dago?

Berdasarkan hasil penelusuran, nama Dago telah ada sejak zaman Belanda. Konon, kala pada masa kolonial Belanda, penduduk di kawasan Bandung Utara memiliki kebiasaan untuk saling menunggu sebelum pergi ke kota. 

Jalan yang digunakan masih berupa jalur setapak yang kala itu menjadi satu-satunya akses bagi penduduk ke pasar.

Baca juga  Daftar Wali Kota Bandung dari Masa ke Masa

Tetapi jalan menuju pasar di Kota Bandung ini masih dikuasai oleh para perampok serta rawan binatang buas, terutama di daerah hutan sekitar Terminal Dago. Dalam sejumlah tulisan, Kota Bandung zaman habeula memang banyak ditemui badak hingga harimau.

Kondisi tersebut membuat penduduk selalu pergi bersama-sama karena alasan keamanan. Lama kelamaan, warga terbiasa silih dagoan di suatu tempat di kawasan Dago. Kata menunggu dalam bahasa Sunda adalah “dagoan”.

Sejak dahulu, kawasan Dago memang menjadi kawasan yang cocok dijadikan tempat peristirahatan. Saat Belanda berkuasa, kawasan itu juga dijadikan sebagai rumah peristirahatan dan kawasan elit.

Pembangunan di Dago dimulai pada tahun 1905 oleh Andre van der Brun. Selain rumah peristirahatan, di kawasan Dago juga dibangun Dago Thee Huis atau sekarang dikenal dengan Dago Tea House. 

Baca juga  KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) di Jakarta

Pada tahun 1920-1940 pemerintah Hindia Belanda semakin giat melakukan pembangunan di kawasan Dago, pemerintah Hindia Belanda membangun sarana pendidikan, seperti Techniche Hoogeschool te Bandoeng (ITB) yang dibuka sejak 3 Juli 1920 dan menjadi perguruan teknik pertama di Hindia Belanda.

Sebelum bernama Jalan Ir. H. Juanda dahulu jalan tersebut bernama Dagostraat. Jalan tersebut dibangun pada tahun 1915. Nama Dagostraat berubah menjadi jalan Ir. H. Juanda pada tahun 1970. 

Pada tahun yang sama juga menandai kawasan Dago yang berubah dari daerah hunian menjadi wilayah komersial.

Saat ini Dago tentu sudah tidak ada lagi binatang buas. Kawasan Dago pun semakin asri. Deretan kursi di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda membuat kawasan tersebut semakin nyaman.**

Share :

Baca Juga

Sejarah

KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) di Jakarta

Sejarah

Kampung Adat Cireundeu yang Terus Dilupakan

Sejarah

Habibie Kecil

Sejarah

Daftar Wali Kota Bandung dari Masa ke Masa

Sejarah

29 Oktober 1945, Indonesia dan Inggris Sepakat Gencatan Senjata

Sejarah

Sejarah Singkat Pendopo Kota Bandung

Sejarah

Kisah Ragi Roti Yang Berbahan Urine di Kamp Interniran Jepang

Sejarah

Soekarno, Marilyn Monroe & John Florea: Kisah Seorang Presiden, Bintang Film dan Pewarta Foto