Home / Sejarah

Jumat, 23 Oktober 2020 - 13:14 WIB

Soekarno, Marilyn Monroe & John Florea: Kisah Seorang Presiden, Bintang Film dan Pewarta Foto

Sumber: Rino Surya Budisaputra

PajajaranPost.com – Salah satu kisah Soekarno ketika ia berkunjung ke Amerika pada 1956 adalah bertemu bintang film yang paling hits saat itu, Marilyn Monroe. Itu adalah fakta yang sudah banyak diketahui khalayak luas. Lantas, apa hubungan kedua sosok ini dengan seorang Amerika, John Florea?

“Untuk pertama kalinya sejak Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan Republik pada Agustus 1945, publik Amerika Serikat mendapatkan gambaran yang jelas tentang gejolak yang terjadi melalui foto-foto yang dibuat oleh fotografer LIFE John Florea. Florea tinggal di Pulau Jawa selama dua bulan untuk meliput. Tampak jelas, di pulau yang kaya ini revolusi berlangsung dengan baik dan diterima dengan antusias oleh hampir semua orang Jawa (Indonesia) untuk melawan ‘masters’ (tuan besar) Belanda dan ‘submasters’ (tuan kecil) kaum Indo-Eropa.”

John Florea sang Fotografer

Kutipan diatas adalah terjemahan tajuk rencana dari liputan hasil foto John Florea yang dimuat dalam artikel “Revolt in Java” pada majalah LIFE edisi 28 Januari 1946. Florea adalah satu-satunya pewarta foto asing yang ikut dalam kunjungan Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Sjahrir. Mereka berkeliling Pulau Jawa naik kereta api selama 2 minggu, dimulai pada pertengahan Desember 1945.

Baca juga  KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) di Jakarta

Perjalanan bersejarah yang bertujuan untuk mengkonsolidasikan kekuatan Republik ini didokumentasikan secara eksklusif oleh Florea. LIFE dengan nada pro Republik melaporkan bahwa di setiap pemberhentian stasiun kereta massa menyambut dengan antusias, malah dalam suatu kesempatan hingga 60.000 orang menyambut rombongan tersebut. Bahkan Soekarno dan Sjahrir pun kaget dengan ramainya massa. Saat itu sambutan yang hangat terhadap para pemimpin revolusi juga diberikan oleh Sultan HB IX, yang digambarkan oleh LIFE sebagai ‘the rich Sultan in Jogja’.

LIFE sendiri bukan majalah kacangan, mingguan ini merupakan majalah jurnalisme fotografi terkemuka yang pada saat puncaknya pernah mencapai oplah 6.6 juta eksemplar per minggu. Liputan ini menjadi suatu publisitas yang positif bagi kaum Republik kepada Amerika, negara yang saat itu menjadi salah satu motor utama daripada kekuatan sekutu.

Seusai masa perang, Florea pun kembali ke Amerika melanjutkan karir yang sempat ia tinggalkan dulu, sebagai pewarta foto di Hollywood. Disinilah ia memulai kolaborasi bersama Marilyn Monroe pada tahun 1951.

Monroe yang saat itu berusia 24 tahun sedang menuju puncak karirnya. Dia baru saja menandatangani kontrak 7 tahun dengan 20th Century-Fox. Florea dipercaya Monroe untuk mengambil fotonya ketika tampil di Academy Award 1951 dan sering mendapatkan foto eksklusif yang juga langka dari artis tersebut. Seperti ketika Monroe sedang shooting di Kanada mengajak tunangannya, Joe di Maggio, yang merupakan pemain baseball tersohor di Amerika. Mereka bekerja sama sampai tahun 1958, tatkala Monroe pindah ke New York.

Baca juga  Daftar Wali Kota Bandung dari Masa ke Masa

Kembali ke pertemuan Soekarno dan Monroe di Beverly Hills Hotel pada 1956 yang ikonik itu. Tentu tak pernah terbayangkan oleh Soekarno dan Marilyn Monroe kalau mereka akan menjadi lebih terkenal di seluruh dunia karena peran jepretan lensa kamera dari John Florea. Entah apa yang mereka perbincangkan saat di foto itu, kemungkinan besar bukan tentang Florea.

Takdir berbicara tragis bagi 2 tokoh legendaris yang pernah di foto Florea tersebut. 6 tahun berselang Marilyn Monroe ditemukan tewas di kamar rumahnya karena overdosis obat. 14 tahun kemudian Paduka Yang Mulia Ir. Soekarno meninggal dunia dalam keadaan sebagai tahanan rumah. Bagaimana dengan John Florea? Dia sendiri banting setir menjadi sutradara, menyutradarai antara lain serial CHIPS, MacGyver serta Mission Impossible, sebelum akhirnya tutup usia pada tahun 2000.

Share :

Baca Juga

Sejarah

Habibie Kecil

Sejarah

Kampung Adat Cireundeu yang Terus Dilupakan

Sejarah

Sejarah Singkat Pendopo Kota Bandung

Sejarah

Kisah Ragi Roti Yang Berbahan Urine di Kamp Interniran Jepang

Sejarah

Daftar Wali Kota Bandung dari Masa ke Masa

Sejarah

Badak Putih, Sang Penunggu Balai Kota Bandung

Sejarah

Ir. Soetami, Menteri Termiskin Sepanjang Sejarah Bangsa

Sejarah

29 Oktober 1945, Indonesia dan Inggris Sepakat Gencatan Senjata